Senin, 17 Januari 2011
BENSIN LANGKA
Harga bensin melonjak tinggi gara" diSPBU sering kosong pedagang kios menjual bensin dgn kisaran harga 7000 ampe 9000 per liter
Rabu, 27 Oktober 2010
fake login facebook
fake login facebook
sebelum kita memulai membahas fake login kita sedain dulu alat-alat nya bos
yang pertama kamu harus punya script nya dulu bagi yang belum punya silahkan download
disini kalau sudah sekarang kita memulai saja
ok bos sekarang yang kalian butuh kan adalah hosting yang support file php
contoh nya di :
www.ripway.com
etc…
kalian cari saja sendiri kira2 di mana yang support file php
kalau sudah kalian upload saja file yang tadi kalian download ada 2 file :
1. index.php
2. write.php
kalau sudah kalian upload maka file tadi akan jadi link kaya contoh di bawah ini :
http://h1.ripway.com/rodayat/index.php
http://h1.ripway.com/rodayat/write.php
itu hanya contoh saja aku kasih contoh upload di ripway,kalau sudah di upload semua maka akan keluar 1 file lagi yang namanya password.txt itu namanya fake login u sukses di buat jadi ada 3 file di dir u tadi :
http://h1.ripway.com/rodayat/index.php
http://h1.ripway.com/rodayat/write.php
http://h1.ripway.com/rodayat/passwords.txt
nah kalian sukses deh……. gmna cara lihat passowrd tau email nya si korban ?????
tenang tenang…. email ma password si koraban ada di
http://h1.ripway.com/rodayat/passwords.txt
coba liat saja di edit… pasti akan keluar tuh pass ma email nya kesimpen huahauhauahuahauhauahauahuahau
sekarang u tinggal sebarin link facebook palsu u ke si korban,untuk hal itu kamu pikir aja sendiri ….
pinter2 nya kamu gmna membodohi si korban….. hohoohohohhoohohohoho :-D
semoga berhasil bos….
sebelum kita memulai membahas fake login kita sedain dulu alat-alat nya bos
yang pertama kamu harus punya script nya dulu bagi yang belum punya silahkan download
disini kalau sudah sekarang kita memulai saja
ok bos sekarang yang kalian butuh kan adalah hosting yang support file php
contoh nya di :
www.ripway.com
etc…
kalian cari saja sendiri kira2 di mana yang support file php
kalau sudah kalian upload saja file yang tadi kalian download ada 2 file :
1. index.php
2. write.php
kalau sudah kalian upload maka file tadi akan jadi link kaya contoh di bawah ini :
http://h1.ripway.com/rodayat/index.php
http://h1.ripway.com/rodayat/write.php
itu hanya contoh saja aku kasih contoh upload di ripway,kalau sudah di upload semua maka akan keluar 1 file lagi yang namanya password.txt itu namanya fake login u sukses di buat jadi ada 3 file di dir u tadi :
http://h1.ripway.com/rodayat/index.php
http://h1.ripway.com/rodayat/write.php
http://h1.ripway.com/rodayat/passwords.txt
nah kalian sukses deh……. gmna cara lihat passowrd tau email nya si korban ?????
tenang tenang…. email ma password si koraban ada di
http://h1.ripway.com/rodayat/passwords.txt
coba liat saja di edit… pasti akan keluar tuh pass ma email nya kesimpen huahauhauahuahauhauahauahuahau
sekarang u tinggal sebarin link facebook palsu u ke si korban,untuk hal itu kamu pikir aja sendiri ….
pinter2 nya kamu gmna membodohi si korban….. hohoohohohhoohohohoho :-D
semoga berhasil bos….
Bagaimana melindungi diri dari phishing?
Apa itu phishing?
* Phishing adalah metode mencuri info login (username dan password) dengan mengarahkan korban ke clone (palsu) halaman login, bahwa log info login tanpa sepengetahuan korban.
* Website klon/fake tersebut dikenal sebagai phisher.
2. Bagaimana melindungi diri dari phishing?
* Gunakan informasi login Anda di tempat-tempat yang benar saja.
Jangan pernah menaruh informasi login Anda di tempat lain selain halaman Anda terdaftar, kecuali jika layanan terpercaya Anda tahu (seperti youtube atau blogger meminta informasi account google Anda).
* Pastikan situs yang Anda klik tidak palsu.
Setiap kali Anda login ke sebuah situs web, jika Anda tidak mengetikkan URL (alamat) dari situs sendiri, yaitu jika Anda mengklik link yang membawa Anda ke halaman login (dari pesan, situs, hasil mesin pencari), selalu periksa url (alamat) untuk melihat apakah Anda berada di tempat yang tepat.
Misalnya, jika Anda log in akun facebook Anda, pastikan url muncul sebagai http://www.facebook.com/ …
Akan tetapi suatu halaman phisher akan terlihat seperti http://www.facebook.freewebs.com/ … atau http://www.facebook.spam.com/ … atau url yang bagian sebelum com. tidak persis sama dengan halaman yang akan Anda masuki /log in
* Pastikan Anda mengklik link tidak palsu.
Setiap kali Anda mengklik link, periksa di mana link pergi sebelum mengklik. Link dapat bertopeng muncul sebagai sesuatu yang lain selain link yang di tuju
Sebagai contoh, www.google.com mengarah ke yahoo bukannya google. Untungnya, di hampir semua browser, setiap kali Anda mengarahkan kursor mouse anda ke atas link, lokasi sebenarnya dari link ditampilkan di bagian kiri bawah layar. Cobalah dengan link di atas.
Hal ini sangat penting karena dapat melindungi Anda dari yang lain, jarang terjadi tetapi metode yang lebih berbahaya yang disebut cookie stealing, yg pada dasarnya secara otomatis mencuri account Anda jika Anda sebelumnya login di situs web.
* Ketahuilah bahwa link ke halaman phishing biasanya menyebar melalui email, dan seringkali merupakan layanan terpercaya dan meniru orang-orang, seperti membuat email muncul seperti yang dikirim dari situs web Anda yg sudah terdaftar.
3. Apa yang harus dilakukan jika Anda telah melihat sebuah phisher?
* Laporan phisher sesegera mungkin. Alamat laporan phisher di sini:
http://www.google.com/safebrowsing/report_phish/
* Jika upaya phishing telah dilakukan melalui pesan, laporan pesan dalam salah satu layanan berikut:
http://www.reportphish.org/forwardphish.php
http://www.reportphish.org/forwardphish.php
http://www.us-cert.gov/nav/report_phishing.html
* Jika Anda menerima pesan dari account teman dikompromikan, menginformasikan teman Anda, dan teman-teman lain yang mungkin dalam bahaya.
* Jika mungkin, beritahu admin dari website / forum yang phisher buat
* Phishing adalah metode mencuri info login (username dan password) dengan mengarahkan korban ke clone (palsu) halaman login, bahwa log info login tanpa sepengetahuan korban.
* Website klon/fake tersebut dikenal sebagai phisher.
2. Bagaimana melindungi diri dari phishing?
* Gunakan informasi login Anda di tempat-tempat yang benar saja.
Jangan pernah menaruh informasi login Anda di tempat lain selain halaman Anda terdaftar, kecuali jika layanan terpercaya Anda tahu (seperti youtube atau blogger meminta informasi account google Anda).
* Pastikan situs yang Anda klik tidak palsu.
Setiap kali Anda login ke sebuah situs web, jika Anda tidak mengetikkan URL (alamat) dari situs sendiri, yaitu jika Anda mengklik link yang membawa Anda ke halaman login (dari pesan, situs, hasil mesin pencari), selalu periksa url (alamat) untuk melihat apakah Anda berada di tempat yang tepat.
Misalnya, jika Anda log in akun facebook Anda, pastikan url muncul sebagai http://www.facebook.com/ …
Akan tetapi suatu halaman phisher akan terlihat seperti http://www.facebook.freewebs.com/ … atau http://www.facebook.spam.com/ … atau url yang bagian sebelum com. tidak persis sama dengan halaman yang akan Anda masuki /log in
* Pastikan Anda mengklik link tidak palsu.
Setiap kali Anda mengklik link, periksa di mana link pergi sebelum mengklik. Link dapat bertopeng muncul sebagai sesuatu yang lain selain link yang di tuju
Sebagai contoh, www.google.com mengarah ke yahoo bukannya google. Untungnya, di hampir semua browser, setiap kali Anda mengarahkan kursor mouse anda ke atas link, lokasi sebenarnya dari link ditampilkan di bagian kiri bawah layar. Cobalah dengan link di atas.
Hal ini sangat penting karena dapat melindungi Anda dari yang lain, jarang terjadi tetapi metode yang lebih berbahaya yang disebut cookie stealing, yg pada dasarnya secara otomatis mencuri account Anda jika Anda sebelumnya login di situs web.
* Ketahuilah bahwa link ke halaman phishing biasanya menyebar melalui email, dan seringkali merupakan layanan terpercaya dan meniru orang-orang, seperti membuat email muncul seperti yang dikirim dari situs web Anda yg sudah terdaftar.
3. Apa yang harus dilakukan jika Anda telah melihat sebuah phisher?
* Laporan phisher sesegera mungkin. Alamat laporan phisher di sini:
http://www.google.com/safebrowsing/report_phish/
* Jika upaya phishing telah dilakukan melalui pesan, laporan pesan dalam salah satu layanan berikut:
http://www.reportphish.org/forwardphish.php
http://www.reportphish.org/forwardphish.php
http://www.us-cert.gov/nav/report_phishing.html
* Jika Anda menerima pesan dari account teman dikompromikan, menginformasikan teman Anda, dan teman-teman lain yang mungkin dalam bahaya.
* Jika mungkin, beritahu admin dari website / forum yang phisher buat
Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal

Jenazah Mbah Marijan di Sardjito forensik. Foto: JPNN
Kejadian aneh yang beruntun terjadi, dari tsunami mentawai (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai), kini muncul berita meninggalnya mbah marijan, Bersujud Hingga Ajal Menjemput, Mbah Maridjan Dipastikan Tewas, Korban Meninggal jadi 28 Orang
Media lain juga menyebutkan Pak Kyai Juga Pastikan Mbah Marijan Tewas sampai akhirnya pihak kedokteran juga menyatakan demikian berdasarkan ciri fisik, Mbah Maridjan Meninggal
Breaking News / Sosbud / Rabu, 27 Oktober 2010 09:51 WIB,Metrotvnews.com, Yogyakarta: Satu dari 14 korban terakhir yang dibawa ke Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogyakarta memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan Ki Surakso Hargo alias Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Jenazah-jenazah tersebut sebagian besar ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan. Mereka menjadi korban akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Secara fisik, ciri-ciri sarung, batik dan peci dari salah satu mayat cocok dengan yang dipakai Mbah Maridjan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Humas Rumah Sakit Dokter Sardjito Dokter Kresno Heru Nugroho. Jenazah itu ditemukan di rumah Mbah Maridjan. Pihak rumah sakit juga mendapatkan informasi dari Keraton Yogyakarta salah satu ciri Mbah Maridjan adalah ibu jarinya bengkok. Setelah ditelisik, cocok. Mbah Maridjan adalah abdi dalem keraton. Namun demikian, kata Kresno, untuk memastikan bahwa yang meninggal tersebut Mbah Maridjan pihak rumah sakit sedang melakukan uji DNA. DNA itu akan dicocokan dengan keluarganya, baik istri maupun anak-anaknya. “Tunggu saja sampai identifikasi DNA selesai,” kata Kresno. Menurut Kresno, seluruh keluarga Mbah Maridjan, baik anak maupun istrinya, selamat. Ikhwal kematian Mbah Maridjan juga dibenarkan oleh salah satu menantunya, Bambang. “Saya sudah melihat sendiri,” kata Bambang. Menurut Bambang, pakaian yang dipakai, baik batik, sarung maupun kopyah mirip yang digunakan mertuanya sehari-hari. “Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, terakhir kali Mbah Maridjan bilang kepada pihak keluarga, “Ngantiyo piye saya tidak akan turun (Meskipun meletus saya tidak akan turun).” (DOR)
Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal
Mengapa mbah marijan meninggal tgl 26-oktober-2010 ? tiada lain 26 adalah sebuah enam sebanyak 2 kali yang biasa pula disebut sebagai 66.
Tidak banyak yang menyadari bahwa sebelum meninggalnya tokoh populer di indonesia ini sudah diberikan sebuah kejadian demi kejadian aneh, utamanya beliau adalah Ki Surakso Hargo - artinya penjaga gunung - yang kemudian lebih akrab dipanggil dengan Mbah Maridjan adalah seorang abdi dalem keraton Jogjakarta, yang bertugas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Selama ini, ia hanya dikenal patuh dengan perintah Sri Sultan Hamengkubuwono, raja penguasa keraton Jogjakarta. Maklum, dia adalah bagian dari abdi dalem keraton, yang hidupnya memang hanya mengabdi kepada raja. Sesaat sebelum kematian beliau, maka keanehan ditujunkkan oleh mbah marijan, Mbah Maridjan: Jangan Ambil Foto Saya…
SLEMAN, KOMPAS.com — Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, diduga tewas akibat sengatan awan panas yang disebut wedhus gembel di kediamannya Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (26/10/2010). Dusun tempat tinggal Mbah Maridjan dan kerabatnya itu luluh lantak di sapu abu panas. Belasan jenazah ditemukan dan satu di antaranya diduga adalah Mbah Maridjan.
Mbah Maridjan dan kerabatnya sebelumnya menolak turun gunung untuk mengungsi. Mereka memilih bertahan di rumahnya. Beberapa menit sebelum semburan dahsyat abu gunung, Tribunnews.com sempat melakukan wawancara dengan Mbah Maridjan.
Mbah Maridjan saat itu pun tampak seperti biasa menghadapi kondisi bencana tersebut. Saat wartawan Tribunnews.com memasuki halaman rumah Mbah Maridjan, Bintang iklan minuman suplemen itu menyambut dengan tawa riang. “Ini pakai bahasa Indonesia apa bahasa Yogya,” kata Mbah Maridjan mengawali pembicaraan.
Meski panjang lebar dan riang menjawab pertanyaan, Mbah Maridjan mewanti-wanti agar tidak diambil fotonya. Hal ini aneh mengingat Mbah Maridjan akrab dengan kamera karena sering tampil bahkan menjadi bintang iklan sebuah produk minuman stamina. “Jangan difoto, ya,” katanya.
Mbah Maridjan sore itu memang tampak berbeda. Saat juru kamera televisi mengambil gambarnya ia pun terus-menerus menutupi wajahnya.
Jauh hari sebelum kematian beliau, maka di keraton itulah tanda awal kematian mbah marijan lewat sebuah gempa bumi yang terjadi tgl 21-agustus-2010 lalu (bacaGempa Yogya, Mengapa Tepat 21-Agustus-2010 ?). Tersebutlah di dalam gempa itu cukup keras walau tidak ada korban jiwa, namun di keraton yogyakarta itulah sebuah makna terjadi,Akibat Gempa Yogya, Umpak Keraton Pecah, Sebuah Pertanda. Itulah gempa yogya yang terjadi tgl 21-agustus-2010 lalu, hingga mbah marijan meninggal tercatatlah tgl meninggalnya beliau adalah tgl 26-oktober-2010 sebagai tgl letusan g. merapi, GKR Hemas Tengok Jasad Mbah Maridjan
Sebuah keanehan muncul dari rentang waktu gempa yogya 21-agustus-2010 dan letusan merapi tgl 26-oktober-2010, tercatat itulah 66 hari dari rentang waktu itu. Sekali lagi 66 hari setelah gempa yogya yang memecahkan empat umpak keraton yogyakarta, maka enam puluh enam hari itulah beliau meninggal dunia.
Apakah ada yang aneh dengan 66 itu ? Itulah bentukan dari nama beliau, MARIJAN, dimana tersusun alfabet dari huruf itu adalah M=13, A=1, R=18, I=9, J=10, A=1, N=14, kesemua itu berjumlah 66.
Nilai 66 hari adalah sebuah rentang waktu yang mudah di-ingat sebagai nilai kembar yang pernah tertulis sebelumnya, jauh kedua peristiwa itu terjadi. Tulisan 66 itu dapat dijumpai pada ulasan Tanda Tanda Sebelum Gempa Yogya atau artikel Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006. Dengan jelas kode 66 itu mengarah pada sosok sang juru kunci, beliaunya adalah mbah marijan, cuplikan tulisan itu (posting 20-november-2009)
AJAKAN PEMURNIAN AJARAN TAUHID
Didalam milis tersebut terdapatlah suatu ajakan untuk memurnikan ajaran Islam yang disebut sebagai bagian dari kepedulian ketauhidan. Setting latar belakang dari gempa yogya ini adalah sebuah berita & pengagungan berlebihan terhadap sosok juru kunci merapi dengan kode bencana 66,
(juru kunci merapi, kode 13+1+18+9+10+1+14=66, sedangkan gempa yogya 27-05-2006, kode gempa yogya = 27+05=32, kemudian di ikuti oleh semburan lapindo yang dimulai 29-05-2006, kode lumpur lapindo=29+05=34, sehinga dua bencana tersebut adalah 32+34=66 juga, sama dengan kode sang tokoh)
Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: Jawa Pos
Kini kode 66 itu sendiri tengah berhadapan dengan penguasa sebenarnya yaitu Mbah Maridjan Tewas Bersujud. , mohon ampun atas yang pernah dilakukan beliau pada tahun tahun sebelumnya. (baca G. Merapi & Fenomena Mbah Marijan) dibandingkan dengan tahun 2006 yanglalu, 26/08/2006 13:36 WIB Mbah Marijan Pimpin Labuhan Merapi
Bagus Kurniawan – detikcom
Sleman – Juru kunci Gunung Merapi, RP Suraksohargo yang lebih dikenal Mbah Marijan memimpin prosesi labuhan alit di Gerbang Srimanganti atau Pos 2 Merapi. Upacara labuhan alit yang jatuh setiap tanggal 30 Rejeb penanggalan Jawa 1939 itu dilakukan untuk memperingati jumenengan dalem atau naik tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat.
Upacara adat Labuhan Merapi hari ini, Sabtu (26/8/2006) di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman yang juga menjadi kediaman juru kunci Merapi, Mbah Marijan. Prosesi ini digelar sehari setelah dilakukan upacara labuhan di Parangkusumo Bantul. Sebelum dilakukan prosesi, pada hari Jumat kemarin telah dilakukan upacara serah terima ubarampe labuhan dari utusan kraton kepada pejabat Kabupaten Sleman di Kecamatan Cangkringan. Dari kecamatan, barang-barang
yang akan dilabuh ini pada sore harinya akan diserahkan kepada kepada juru kunci Merapi, untuk disemayamkan. Baru pada hari Sabtu pagi, prosesi labuhan dimulai dipimpin Mbah Marijan bersama beberapa abdi dalem kraton lainnya. Ratusan warga turut hadir memadati halaman rumah Mbah Marijan untuk menyaksikan prosesi tahunan ini.
Sebelum prosesi arak-arakan dimulai, warga yang ingin ngalap berkah sudah ada yang mendaki lebih dulu melalui jalur pendakian bagian selatan. Menjelang subuh sudah banyak warga yang berkumpul di pendopo Srimanganti tempat prosesi labuhan dimulai yakni di Pos 2 di wilayah Kendhit yang merupakan batas hutan vegetasi Merapi. Sejak pagi hingga acara berlangsung langit cerah dengan suhu udara sekitar 20 derajat Celcius. Menjelang dilaksanakan upacara labuhan sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi, Merapi tampak jelas, meski beberapa hari sebelumnya gunung itu selalu tertutup kabut. Beberapa barang yang dilabuh sebanyak 8 macam meliputi, kain sinjang cangkring, semekan gadhung melati, semekan bango tolak, peningset yudharaga, selendang cindhe, kain kampuh poleng, minyak wangi, kemenyan ratus, uang kepeng dan beberapa sesaji diantaranya nasi ingkung lengkap danlain-lain.
Semua ubarampe labuhan dibawa oleh para abdi dalem. Mbah Marijan langsung memimpin sendiri jalannya prosesi sebagai pembuka jalan. Turut mendampingi selama berlangsung prosesi hingga menuju tempat acara di Pos 2 beberapa anggota Tim SAR DIY dan relawan lainnya. Setelah berjalan mendaki selama lebih kurang 2 jam, rombongan tiba di tempat upacara. Ratusan orang yang sudah datang lebih dulu maupun yang datang bersamaan rombongan Mbah Marijan langsung duduk di sekitar tempat prosesi. Setelah dilakukan wilangan atau pengecekan satu-persatu barang yang akan dilabuh. Setelah dinyatakan lengkap semua ubarampe labuhan kemudian di tempat yang telah disediakan. Bersamaan dengan dibakarnya kemenyan dilakukan doa bersama memohon keselamatan. Usai dilakukan doa bersama barang-barang yang dilabuh kemudian diperebutkan warga yang ingin ngalap berkah.
Ubarampe yang dilabuh itu sebagai bentuk permohonan untuk mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan terutama kepada Sultan, negara Indonesia, Kraton Yogyakarta beserta warga Yogyakarta seluruhnya diberi keselamatan di jauhkan dari berbagai bencana terutama pasca erupsi Merapi tahun ini maupun berbagai bencana dan musibah lainnya.
Labuhan itu juga sebagai persembahan kepada penguasa Gunung Merapi yang dipimpin Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi. (jon)
Itulah kode 66 dari alfabet nama beliau dan silsilah bencana yogyakarta,tahun 2006 lalu tgl 6-6-2006, Selasa, 06/06/2006 11:57 WIB Hujan Abu Tebal, Mbah Marijan Naik ke Gunung Merapi
Sleman – Rumah juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan diguyur hujan abu sangat tebal. Hujan abu sejak pagi ini membuat Mbah Marijan naik ke Gunung Merapi, tepatnya di pos II jalur pendakian ke puncak Merapi, lokasi yang biasa digunakannya untuk berdoa agar diberi keselamatan. “Bapak pergi ke atas. Tetapi tidak pamit sama siapapun,” kata Bu Panut, salah seorang anak Mbah Marijan kepada detikcom saat ditemui di rumah Mbah Marijan, Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupetan Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/6/2006). Sampai pukul 12.00 WIB, Dusun Kinahrejo bertambah gelap akibat hujan abu tebal yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi. Selain abu, mendung dan kabut juga turun. Akibat hujan abu dan kabut tebal ini, pemandangan puncak Gunung Merapi tidak tampak. Saat ditanya kapan Mbah Marijan kembali ke rumah, Bu Panut tidak tahu persis. “Bapak kalau sedang ada perlu seperti sekarang ini sulit dipastikan kapan pulangnya,” katanya. Mbah Marijan yang memiliki nama pemberian keraton Mas Ngabehi Suraksohargo sering mengadakan acara ritual di lokasi labuhan keraton, yakni pos II Jalur pendakian ke Gunung Merapi. Di tempat inilah, ia berdoa meminta agar warga tetap diberi lindungan dan keselamatan. (jon/)
Tahun 6-6-2006 lalu, bandingkan dengan 6-6-2010 tahun ini sebagai ilustrasi, maka tgl 6-6-2010 itulah sebuah tragedi yang dilakukan sebagai bagian ritual tolak bala, malah mengundang bala, seperti yang terjadi (bacaTragedi Tolak Bala)
12 Anak di Aceh Tewas Saat Ritual Tolak Bala
Besi jembatan gantung lepas dan orang-orang berjatuhan. Kata orang, sungai itu angker.
…. Kejadian tragis ini terjadi saat warga desa sedang melaksanakan upacara adat tolak bala, pada Minggu 6 Juni 2010, kemarin…..
Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim mengatakan, hingga kini upaya pencarian korban masih dilakukan di sekitar lokasi jembatan Sungai Alas. Diperkirakan masih ada empat korban lagi yang masih belum bisa ditemukan. Menurutnya, ritual tolak bala yang dilakukan warga desa Meloak Ilang, merupakan tradisi, dan tiap tahun digelar warga setempat. Para tetua kampung menghanyutkan sesajian berupa ayam jantan putih ke sungai Alas, yang diyakini menangkal bala.
“Saat upacara tolak bala berlangsung, banyak anak-anak berdiri di atas jembatan. Besi jembatan gantungnya lepas sehingga banyak yang tercebur ke sungai, jembatan itu memang dikenal angker,” katanya saat dihubungi , Senin, 7 Juni 2010.
Kini ‘merapi sudah tidak ramah lagi’ dengan mbah marijan, sebagai 66 dari alfabet beliau dan 6-6-2010 sebagai laku tolak bala yang akhirnya berujung maut, maka Inilah Alasan Mbah Maridjan Tidak Turun
JAKARTA, KOMPAS.com — Mbah Maridjan (83), sebagai juru kunci Gunung Merapi, lebih banyak melihat fenomena menggunakan naluri yang merujuk pada kebiasaan niteni (memerhatikan). Keyakinannya tentang ancaman bahaya letusan Gunung Merapi yang hampir tidak pernah merambah Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, memberikan pelajaran niteni bahwa lingkungan alam di sisi selatan Gunung Merapi masih merupakan benteng pertahanan bagi warganya. Dalam kosmologi keraton Yogyakarta, dunia ini terdiri atas lima bagian. Bagian tengah yang dihuni manusia dengan keraton Yogyakarta sebagai pusatnya. Keempat bagian lain dihuni oleh makhluk halus. Raja bagian utara bermukim di Gunung Merapi, bagian timur di Gunung Semeru, bagian selatan di Laut Selatan, dan bagian barat di Sendang Ndlephi di Gunung Menoreh.
Namun, jauh dari ungkapan-ungkapan itu, ada suatu keyakinan yang hidup di dalam masyarakat di sekitar Gunung Merapi bahwa gunung dengan segala macam isinya dan makhluk hidup yang mendiami wilayah ini menjadi suatu komunitas. Karena itu, ada hubungan saling menjaga dan saling melindungi. Ketika salah satu anggota mengalami atau melakukan sesuatu, dia akan memberi “isyarat” kepada yang lain dan dia akan memberitahukan kepada yang lain. Demikian pula ketika Merapi “batuk-batuk”, dia juga memberi isyarat kepada yang lain, termasuk kepada Mbah Maridjan. Barangkali karena saat itu belum menerima isyarat, Mbah Maridjan berpendapat bahwa Merapi tidak akan melakukan sesuatu. Selanjutnya, Mbah Maridjan tidak mau diajak mengungsi (meninggalkan Gunung Merapi).
Tidak seperti tahun 2006 lalu, dimana beliau selamat, maka kali ini nahas menjemput beliau, Mbah Maridjan Tewas di Rumahnya
SLEMAN, KOMPAS.com — Juru Kunci Gunung Merapi, Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan, menjadi korban dan ikut tewas akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10/2010) sore. Seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Slamet, mengatakan, saat dilakukan penyisiran pada Rabu pagi ditemukan sesosok mayat dalam posisi sujud di dalam kamar mandi rumah Mbah Maridjan. “Kemungkinan mayat yang ditemukan tersebut adalah Mbah Maridjan, tetapi ini belum pasti karena wajah dan seluruh tubuhnya sudah rusak dan sulit dikenali lagi,” katanya. Menurut dia, mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi rumah dalam posisi sujud dan tertimpa reruntuhan tembok dan pohon. “Biasanya, di dalam rumah Mbah Maridjan tersebut hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri,” katanya. Kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh. “Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha, Rabu (27/10/2010), mengatakan, saat ini jenazah Mbah Maridjan masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyakarta. “Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung.
Sebelumnya sempat dikabarkan, Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi selamat, tetapi fisiknya lemah, tidak jauh dari kediamannya pada Selasa (26/10/2010) tengah malam. “Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi selamat oleh salah seorang anggota tim pencari (SAR),” kata Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta Kolonel Laut Aloysius Pramono di Sleman, Rabu dini hari, sebelum akhirnya disebutkan bahwa Mbah Maridjan ikut wafat dalam letusan gunung yang dijaganya itu.
Meninggal dalam posisi berujud, Mbah Maridjan Tewas Bersujud itulah sebagai makna pengabdian sebenarnya kepada Allah swt, tanpa harus ada penunggu merapi: Eyang Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Nyai Gadhung Mlati dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tim evakuasi korban letusan Gunung Merapi menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi sedang bersujud di rumah Mbah Maridjan, Rabu pagi ( 27/10/2010). Apakah jenazah tersebut Mbah Marijan atau bukan, petugas belum dapat memastikan identitasnya. Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha, Rabu, mengatakan, saat ini jenazah lelaki mirip Mbah Maridjan tersebut masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito, Yogyalarta.
“Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB. Informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung.
Sebelumnya, kabar mengenai Mbah Maridjan simpang siur. Sempat diberitakan, juru kunci Merapi itu ditemukan selamat dalam kondisi lemas. Saat terjadi sapuan awan panas itu, Mbah Maridjan sedang shalat di masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Tapi, dia menolak untuk dievakuasi dan tetap ingin berada di masjid. Jumlah korban tewas di sekitar kediaman Mbah Maridjan akibat letusan gunung teraktif di Indonesia hingga Rabu pagi tercatat16 orang. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komandan Angkatan Laut Kolonel Pramono mengatakan tim ini saat menuju rumah Mbah Maridjan untuk melakukan evakuasi menemukan sebanyak 12 mayat, belum termasuk mayat yang ditemukan di rumah Mbah Maridjan sebanyak empat orang. Ia mengatakan tim yang beranggotakan 38 orang ini melakukan evakuasi bersama dengan tim lain namun hanya timnya yang berhasil mencapai puncak karena menggunakan truk meskipun harus menghadapi halangan pohon tumbang di jalan menuju rumah Mbah Maridjan. (Krisdianto/Anita)
Itulah kode 66 dari mbah marijan yang akhirnya meninggal di tgl 26 (enam sebanyak 2 kali), selang 66 hari sebelumnya terjadi gempa yogya 21-agustus-2010. Itulah 66 yang berkaca sebuah hal yang patut direnungkan dan dijadikan perhatian sesuai firman Allah swt surat 6 ayat 6
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (surat 6 ayat 6)
Rabu, 27/10/2010 13:17 WIB GKR Hemas: Kraton Akan Cari Pengganti Mbah Maridjan, semoga pengganti beliau adalah mahluk yang amanah dan sujud kepada Allah swt saja, seperti yang ditunjukkan oleh mbah marijan saat beliau dipanggil oleh penguasa yang sebenarnya.
KLIPING BERITA
Merapi Meletus, Rumah Mbah Maridjan Terlindung Geger Boyo
JAKARTA, KOMPAS.com – Rumah Mbah Maridjan (83) di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta–entah disadari atau tidak–secara kebetulan relatif terlindung dari ancaman awan panas Gunung Merapi, karena berada di balik tebing yang disebut Geger Boyo (punggung buaya).
Tebing yang dari kejauhan tampak seperti punggung buaya dengan kepala mengarah ke atas itu dianggap warga lereng Merapi sebagai “benteng pertahanan” dari serangan awan panas.
Apakah karena alasan itu Mbah Maridjan menolak dievakuasi, tidak ada yang tahu. Yang jelas Mbah Maridjan meyakini bahwa Gunung Merapi adalah pusatnya jagad di Tanah Jawa. Dia juga percaya Gunung Merapi adalah gunung yang “hidup” yang akan senantiasa bertambah dan berubah, sehingga jika memang Gunung Merapi meletus, berarti gunung berapi yang paling aktif di dunia itu sedang “berubah” atau “bertambah”.
Menghadapi situasi tersebut Mbah Maridjan mengajak siapa saja memohon keselamatan kepada yang Mahakuasa agar terhindar dari bahaya. Permohonan itu ditempuh oleh Mbah Maridjan melalui laku tirakat (puasa mutih) dan doa-doa dengan cara berjalan mengelilingi Dukuh Kinahrejo tiga putaran setiap malam.
Di samping itu, masyarakat Dukuh Kinahrejo diminta memasang sesaji tolak bala berupa “ketupat luar” yang ditempatkan di atas pintu. Ketupat dari janur kuning tersebut bermakna simbolis agar warga yang memasangnya “keluar” dari bencana. Di dalam ketupat diisi garam dan daun sirih.
Makna simbolisnya, “daun sirih” adalah lambang Gunung Merapi dan “garam” lambang dari Samudera Indonesia atau Laut Selatan. Keduanya dalam pandangan supranatural berada dalam satu poros imajiner dan merupakan kekuatan spiritual bagi Keraton Yogyakarta.
Dalam bahasa Mbah Maridjan, gejolak di Gunung Merapi diterjemahkan sebagai “eyang” yang melenggahinya sedang punya hajat membangun “keraton”. Mbah Maridjan yang pantang menggunakan istilah “Gunung Merapi meletus”, menjelaskan bahwa di saat eyang sedang punya hajat semua orang di lingkungan Merapi harus sabar, tabah dan tawakal.
Di Gunung Merapi, menurut Mbah Maridjan, lenggah (bertahta) sejumlah penguasa, di antaranya Eyang Empu Romo, Eyang Empu Permadi, dan Eyang Panembahan Sapujagad.
KLIPING BERITA
NUSANTARA – YOGYAKARTA, Rabu, 27 Oktober 2010 , 08:38:00 Bersujud Hingga Ajal Menjemput Mbah Maridjan Dipastikan Tewas, Korban Meninggal jadi 28 Orang
JAKARTA – Kesetiaan Ki Surakso Hargo atau yang akrab dipanggil Mbah Maridjan terhadap gunung merapi benar-benar sampai ajal. Tadi pagi Rabu (27/10) tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman menemukan mayat Mbah Maridjan di dalam kamar rumahnya di Kinahrejo. lereng Merapi. Mbah Maridjan ditemukan tewas dalam posisi sudjud. Hingga pagi tadi, korban tewas yang berhasil dievakuasi dari lereng merapi sudah mencapai 24 orang. Termasuk di dalamnya adalah Mbah Maridjan. “Kemungkinan besar mayat itu Mbah Maridjan. Namun, kami belum berani memastikan kebenarannya. Kami hanya mengenali postur dan baju batiknya saja. Sedangkan wajahnya sudah sulit dikenali. Selama ini, Mbah Maridjan selalu mengenakan baju batik,” ujar Wagiyo, salah seorang anggota Tagana ketika dihubungi wartawan Radar Jogja, Rabu (27/10) pagi.
Ki Surakso Hargo - artinya penjaga gunung - yang kemudian lebih akrab dipanggil dengan Mbah Maridjan adalah seorang abdi dalem keraton Jogjakarta, yang bertugas sebagai juru kunci Gunung Merapi. Selama ini, ia hanya dikenal patuh dengan perintah Sri Sultan Hamengkubuwono, raja penguasa keraton Jogjakarta. Maklum, dia adalah bagian dari abdi dalem keraton, yang hidupnya memang hanya mengabdi kepada raja. Karena itu, tidak mengherankan jika ia tidak pernah peduli dengan himbauan pemerintah, termasuk tim SAR yang memintanya agar turun ke pengungsian.
Sikap Mbah Maridjan yang setia kepada raja dan patuh pada profesi itulah yang sering tidak dipahami oleh banyak pihak di era modern ini. Beberapa tahun silam, Mbah Maridjan pernah mengatakan, kalau pun ia harus mati karena letusan Merapi, maka itu sudah takdir . “Semua orang akan mati. Kalau saya mati karena Merapi, itu sudah takdir saya begitu,” kata Mbah Maridjan kepada JPNN di akhir tahun 2006, ketika ditanya apa tidak takut mati kalau gunung merapi tiba-tiba meletus, Jabatan juru kunci di Merapi merupakan jabatan turun menurun. Mbah Maridjan sendiri mewarisi jabatannya dari ayahnya. Konon, Mbah Maridjan memiliki daya linuwih yang bisa berkomunikasi dengan dunia ghaib Merapi.
Sejauh ini tidak jelas benar, apakah pihak keraton sudah memberikan perintah agar Mbah Maridjan turun gunung atau memang Mbah Maridjan memiliki perhitungan lain sehingga ia diduga ikut tewas tersapu awan panas yang disemburkan gunung Merapi tempat di mana Mbah Maridjan mengabdi selama ini. Pada Tahun 2006, Mbah Maridjan juga tidak mempedulikan himbauan pemerintah untuk mengungsi. Bahkan, ketika itu, Mbah Maridjan malah naik mendekati kawah Merapi, ketika rombongan Presiden SBY menyempatkan bermalam dan bermain gitar dengan para pengungsi merapi.
Sejauh ini tim memang masih belum yakin benar mayat bersujud itu adalah Mbah Maridjan. Mereka hanya bisa mereka-reka dengan kondisi sehari-harinya. Yakni, kebiasaan si mbah bintang iklan jamu perkasa yang selalu mengenakan baju batik. Maklum, bajunya masih utuh namun wajah mayat pada umumnya sudah sulit dikenali, tersapu hawa panas yang konon mencapai 600 derajat celcius. “Dari postur tubuhnya memang mirip dengan Mbah Maridjan. Tapi, kalau bukan Mbah Maridjan siapa lagi, karena semua mayat di sekitar Mbah Maridjan sudah terindentifikasi,” Wagiyo menambahkan.
Wagiyo menambahkan, mayat Mbah Maridjan yang ditemukan sedang bersujud itu tertimpa reruntuhan tembok rumah dan pohon. “Pohonnya juga tinggal batang dan ranting yang terbalut debu vulkanik yang tebal.” Wagiyo juga memastikan bahwa rumah itu hanya ditinggali oleh Mbah Maridjan sendiri.
Ia mengatakan, kondisi di dusun sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan mengalami kerusakan yang sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh.”Kerusakan ini akibat terjangan awan panas dan bukan karena material lava,” katanya.
Kepala Humas dan Hukum RS Dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha membenarkan bahwa jenazah Mbah Maridjan kini sudah berada di ruang Forensik RS Dr. Sardjito. Sampai saat ini, di rumah sakit Dr. Sardjito Jogjakarta, posisi mayat Mbah Maridjan masih dalam posisi bersujud. “Jenazah tersebut dibawa oleh anggota Tim SAR dan masuk ke RS Dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB, informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar saat ditemukan Mbah Maridjan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung. (rd/aj/jpnn)
Mengapa harus di-kait2kan dengan angka 66 . . . ? Bukankah sebaiknya mendo'akan Almarhum . . .
Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu'anha wawassi'madkhalaha waghsilha bilma-i watstsalji warbaradi wanaqqiha minal khathayakamaa yunaqqatstsaubul abyadhu minaddanasi wadkhilha da-ran min da-riha wa ahlan khairan min ahliha waqiha fitnatal qabri wa 'adzabannaar (ya Allahampunilah dia,... kasihanihilah, ayomilah, dan maafkanlah dia; muliakanlahkedudukannya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah dia dengan air_ yangsejuk, bersihkanlah kesalahan-kesalahannya spt pakaian putih yg bersih...)
Pa' Dhe.
Yogyakarta.
Rabu, 21 Juli 2010
Minggu, 07 Februari 2010
KLIKOT
Ada sedikit informasi buat teman - teman...klikot situs perteman ..yang asyik nya di klikot kita dapat teman juga dapat uang..join it,s free www.klikot.com/en/SignUp.aspx?advertiser_id=483477
Rabu, 06 Januari 2010
Hidup ini adalah perjuangan, untuk mencapai kesuksesan Anda harus membayar biaya kesuksesannya
Untuk suskes seseorang harus membayar dulu biaya kesuksesan seperti belajar dan bekerja keras sebagai prasyarat. Dan semuanya ’cash only’, tidak berlaku ”kartu kredit kesuksesan” dimana kita bisa memperoleh kesuksesan itu sendiri terlebih dahulu, baru kemudian mencicil biayanya. Peribahasa Indonesia mengatakan,”Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Orang barat mengatakan No pain, No gain.
Selain dibayar di depan, kesuksesan juga harus diperjuangkan melalui usaha yang tidak mengenal lelah, letih serta tidak gampang putus asa walaupun menghadapi berbagai cobaan, tantangan, penderitaan, termasuk hinaan dan cercaan. Jangan hanya bersantai-santai dan ongkang-ongkang kaki lalu mengharapkan kesuksesan jatuh dari langit.
Sebenarnya banyak orang mempunyai kemampuan dan berpotensi meraih kesuksesan, meraih apa yang diinginkan. Tetapi nyali mereka tiba-tiba mengecut dan semua impian menjadi sirna begitu mendengar ada sejumlah besar biaya yang harus dibayar atau pain (beban, rintangan, tantangan, cobaan) yang harus dijalani dan dilalui.
Namun jika kita semuanya menyadari pain adalah proses, dan disertai dengan Keyakinan diri, Komitmen serta Tekun memperjuangkannya maka semua impian, harapan dan cita-cita akan berakhir dengan kemenangan dan kesuksesan.
Keyakinan diri bisa diperoleh dari tujuan hidup, target dan arah yang yang jelas, serta worthed untuk diperjuangkan. Keyakinan juga bisa tumbuh melalui serangkaian persiapan dan perencanaan yang matang. Wawasan yang luas, pandangan yang positif turut andil untuk membuat seseorang agar tidak khawatir atau takut dalam melangkah.
Sedangkan ukuran komitmen adalah konsistensi perbuatan dan tindakan. Kalau seesorang sudah mengatakan A, ia harus melakukan A. Kalau ia sudah menetapkan tujuan, harus fokus, tidak setengah-setengah dan main-main. Walaupun dalam perjalanannya ia menghadapi tantangan dan bahkan dipukul roboh, ia akan bangkit dan menyelesaikan tugas dan impiannya.
Orang yang berkomitmen menjadi lebih sukses, karena mempunyai keyakinan, kepercayaan dan lebih bersemangat. Komitmen seperti ikrar atau janji kepada diri sendiri untuk tetap maju walaupun menghadapi risiko, tantangan dan rintangan yang menghadang di depan. Dan semuanya menjadi sempurna jika kita tekun memperjuangkan apa yang sudah diprogramkan.
Coba simak kisah seekor elang yang harus membayar biaya yang sangat mahal agar ia bisa mencapai usia maksimum.
Burung elang adalah jenis unggas yang paling panjang umurnya. Binatang karnivora ini bisa mencapai lebih dari 70 tahun. Untuk itu elang harus melalui proses re-born yang sangat menderita saat berusia 40 tahunan.
Kenapa?
Karena pada usia tersebut, paruhnya sudah sangat panjang dan melengkung ke dalam hampir menyentuh di atas dadanya. Cakarnya yang panjang dan tumpul tidak efektif lagi untuk memangsa.
Seiring bertambahnya usia, kedua sayapnya pun bertambah berat. Bulu-bulu tumbuh semakin tebal, lebat dan panjang. Setiap kali terbang, elang harus mengeluarkan energi ekstra untuk mengepakkan kedua sayapnya. Selain itu juga mengurangi kelincahannya.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Hanya ada dua pilihan bagi si elang, yaitu: mati muda atau berubah.
Ternyata elang memahami filosofi ” bù shòu kǔ zhōng kǔ, nán de tián zhōng tián”, kesuksesan perlu pengorbanan. Oleh sebab itu elang memilih berubah dan re-born kembali dengan melalui proses yang selain sakit juga membutuhkan waktu yang lama—sekitar 150 hari—
Langkah-langkah tersebut dilalui elang dengan pertama-tama mendaki ke puncak gunung. Di sana, di atas tebing yang curam ia membangun sarangnya untuk ”bertapa”.
Setelah itu, ia mulai mematukkan paruhnya ke atas batu karang hingga paruhnya lepas dari mulutnya. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya. Ini baru permulaan.
Kemudian si elang berdiam, hibernasi, sambil menunggu paru yang baru tumbuh, yang akan digunakan untuk mencabut semua kukunya.
Setelah itu elang harus kembali menunggu kuku barunya tumbuh. Cakar ini bakal digunakan untuk mencabut semua bulunya satu demi satu.
Bila semua proses yang cukup panjang, melelahkan dan sangat menderita ini dilalui dengan baik, elang pun bisa tampil perkasa lagi. Dengan sayap yang kokoh, kini ia mampu terbang dengan kecepatan tinggi jauh di angkasa. Cakarnya yang baru dan kuat, serta paruh yang meruncing tajam siap memangsa, mematuk dan mencabik-cabik buruannya.
Oleh:Leman Yap
Penulis buku-buku Chinese Wisdom, Chinese Life Philosophies, Chinese Leadership Wisdom dan Strategy.
* Artikel ini juga dpt dibaca di majalah "LuarBiasa"
Selain dibayar di depan, kesuksesan juga harus diperjuangkan melalui usaha yang tidak mengenal lelah, letih serta tidak gampang putus asa walaupun menghadapi berbagai cobaan, tantangan, penderitaan, termasuk hinaan dan cercaan. Jangan hanya bersantai-santai dan ongkang-ongkang kaki lalu mengharapkan kesuksesan jatuh dari langit.
Sebenarnya banyak orang mempunyai kemampuan dan berpotensi meraih kesuksesan, meraih apa yang diinginkan. Tetapi nyali mereka tiba-tiba mengecut dan semua impian menjadi sirna begitu mendengar ada sejumlah besar biaya yang harus dibayar atau pain (beban, rintangan, tantangan, cobaan) yang harus dijalani dan dilalui.
Namun jika kita semuanya menyadari pain adalah proses, dan disertai dengan Keyakinan diri, Komitmen serta Tekun memperjuangkannya maka semua impian, harapan dan cita-cita akan berakhir dengan kemenangan dan kesuksesan.
Keyakinan diri bisa diperoleh dari tujuan hidup, target dan arah yang yang jelas, serta worthed untuk diperjuangkan. Keyakinan juga bisa tumbuh melalui serangkaian persiapan dan perencanaan yang matang. Wawasan yang luas, pandangan yang positif turut andil untuk membuat seseorang agar tidak khawatir atau takut dalam melangkah.
Sedangkan ukuran komitmen adalah konsistensi perbuatan dan tindakan. Kalau seesorang sudah mengatakan A, ia harus melakukan A. Kalau ia sudah menetapkan tujuan, harus fokus, tidak setengah-setengah dan main-main. Walaupun dalam perjalanannya ia menghadapi tantangan dan bahkan dipukul roboh, ia akan bangkit dan menyelesaikan tugas dan impiannya.
Orang yang berkomitmen menjadi lebih sukses, karena mempunyai keyakinan, kepercayaan dan lebih bersemangat. Komitmen seperti ikrar atau janji kepada diri sendiri untuk tetap maju walaupun menghadapi risiko, tantangan dan rintangan yang menghadang di depan. Dan semuanya menjadi sempurna jika kita tekun memperjuangkan apa yang sudah diprogramkan.
Coba simak kisah seekor elang yang harus membayar biaya yang sangat mahal agar ia bisa mencapai usia maksimum.
Burung elang adalah jenis unggas yang paling panjang umurnya. Binatang karnivora ini bisa mencapai lebih dari 70 tahun. Untuk itu elang harus melalui proses re-born yang sangat menderita saat berusia 40 tahunan.
Kenapa?
Karena pada usia tersebut, paruhnya sudah sangat panjang dan melengkung ke dalam hampir menyentuh di atas dadanya. Cakarnya yang panjang dan tumpul tidak efektif lagi untuk memangsa.
Seiring bertambahnya usia, kedua sayapnya pun bertambah berat. Bulu-bulu tumbuh semakin tebal, lebat dan panjang. Setiap kali terbang, elang harus mengeluarkan energi ekstra untuk mengepakkan kedua sayapnya. Selain itu juga mengurangi kelincahannya.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Hanya ada dua pilihan bagi si elang, yaitu: mati muda atau berubah.
Ternyata elang memahami filosofi ” bù shòu kǔ zhōng kǔ, nán de tián zhōng tián”, kesuksesan perlu pengorbanan. Oleh sebab itu elang memilih berubah dan re-born kembali dengan melalui proses yang selain sakit juga membutuhkan waktu yang lama—sekitar 150 hari—
Langkah-langkah tersebut dilalui elang dengan pertama-tama mendaki ke puncak gunung. Di sana, di atas tebing yang curam ia membangun sarangnya untuk ”bertapa”.
Setelah itu, ia mulai mematukkan paruhnya ke atas batu karang hingga paruhnya lepas dari mulutnya. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya. Ini baru permulaan.
Kemudian si elang berdiam, hibernasi, sambil menunggu paru yang baru tumbuh, yang akan digunakan untuk mencabut semua kukunya.
Setelah itu elang harus kembali menunggu kuku barunya tumbuh. Cakar ini bakal digunakan untuk mencabut semua bulunya satu demi satu.
Bila semua proses yang cukup panjang, melelahkan dan sangat menderita ini dilalui dengan baik, elang pun bisa tampil perkasa lagi. Dengan sayap yang kokoh, kini ia mampu terbang dengan kecepatan tinggi jauh di angkasa. Cakarnya yang baru dan kuat, serta paruh yang meruncing tajam siap memangsa, mematuk dan mencabik-cabik buruannya.
Oleh:Leman Yap
Penulis buku-buku Chinese Wisdom, Chinese Life Philosophies, Chinese Leadership Wisdom dan Strategy.
* Artikel ini juga dpt dibaca di majalah "LuarBiasa"
Minggu, 03 Januari 2010
SEMANGKUK MIE (CERITA RENUNGAN)
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi… ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata:
“Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”
Ana terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal , aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah
“Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang s angat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
sumber : http://mylighter.multiply.com/tag/inspiration
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi… ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata:
“Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”
Ana terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal , aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah
“Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang s angat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
sumber : http://mylighter.multiply.com/tag/inspiration
Sabtu, 02 Januari 2010
Kisah cinta dari china
Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.
Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
Berikut kisahnya
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin .....
Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka. Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun. Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.
Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.
"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?" Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly. Pemerintah China telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.
Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.
Berikut kisahnya
50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin .....
Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....
Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.
Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka. Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan is berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun. Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.
Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.
"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai akan meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?" Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly. Pemerintah China telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.
Kupu-Kupu
Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.
"Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh ke samping, "Aku lelah Pak tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Apakah akan kutemukan rasa itu?"
Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.
Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.
Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar.
Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah. " Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.
"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" Sang Kakek menatap pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu."
"Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."
Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.
***
Teman, mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.
Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.
Teman, cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.
Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah
memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.
Semoga bermanfaat..
Grup Love
"Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh ke samping, "Aku lelah Pak tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Apakah akan kutemukan rasa itu?"
Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.
Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.
Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar.
Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah. " Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.
"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" Sang Kakek menatap pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu."
"Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."
Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.
***
Teman, mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.
Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.
Teman, cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.
Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah
memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.
Semoga bermanfaat..
Grup Love
Kamis, 31 Desember 2009
[Singkawang] Rancangan APBD 2010, Pemkot Prioritaskan Lima Pembangunan
Pemerintah Kota Singkawang pada tahun 2010 mendatang memprioritaskan lima pembangunan. Prioritas pembangunan itu terungkap dalam pidato pengantar rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2010 yang disampaikan Wakil Walikota Singkawang, Edy R. Yacoub, dalam rapat paripurna DPRD Kota Singkawang, Senin (28/12).
Edy menyampaikan, peningkatan infrastruktur pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, air bersih dan infrastruktur pedukung perekonomian terutama sector perhubungan menjadi satu prioritas pertama.
“Pendidikan dan kesehatan diprioritaskan karena sangat dibutuhkan. Dalam dunia pendidikan seperti pengisian buku untuk perpustakaan demi meningkatkan sumberdaya manusia,” terang Edy.
Prioritas ke dua adalah peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan serta pengurangan angka pengangguran. Prioritas ke tiga pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.
Penegakan hukum dan peningkatan pelaksanaan tata pemerintah yang baik duduk dalam prioritas ke empat. Kemudian untuk prioritas ke lima penciptaan iklim dan regulasi layanan investasi dalam peningkatan sumber sumber pembiayaan pembangunan daerah.
“Penetapan prioritas pembangunan itu disesuaikan dengan pertimbangan kondisi objektif terhadap permasalahan dan tantangan dalam pembangunan nasional,” ujar Edy.
Kondisi objektif yang dipertimbangkan itu adalah masih tingginya tingkat pengangguran terbuka, masih besarnya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, pemenuhan kebutuhan energi yang masih terkendala, dukungan infrastruktur yang masih belum memadai, upaya stabilisasi harga dan pengamanan pasokan bahan pokok yang belum memadai, serta sebagai upaya peningkatan penataan kelembagaan, ketalaksanaan dan pengawasan apparatus Negara yang masih belum berjalan optimal.
Dalam pidato rancangan itu, Edy mengharapkan agar Raperda APBD tahun anggaran 2010 dapat dibahas dan disetujui bersama oleh Pemertintah Kota Singkawang dan DPRD dalam waktu yang tidak lama, mengingat tahun anggaran 2009 sudah hampir berakhir.
“Juga untuk menghindari sanksi pemotongan alokasi dana alokasi umum (DAU) oleh pemerintah pusat,” kata Edy mempertegas.
Sumber : http://www.borneotr ibune.com/ singkawang/ rancangan- apbd-2010- pemkot-prioritas kan-lima- pembangunan. html
Edy menyampaikan, peningkatan infrastruktur pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, air bersih dan infrastruktur pedukung perekonomian terutama sector perhubungan menjadi satu prioritas pertama.
“Pendidikan dan kesehatan diprioritaskan karena sangat dibutuhkan. Dalam dunia pendidikan seperti pengisian buku untuk perpustakaan demi meningkatkan sumberdaya manusia,” terang Edy.
Prioritas ke dua adalah peningkatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat, penanggulangan kemiskinan serta pengurangan angka pengangguran. Prioritas ke tiga pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.
Penegakan hukum dan peningkatan pelaksanaan tata pemerintah yang baik duduk dalam prioritas ke empat. Kemudian untuk prioritas ke lima penciptaan iklim dan regulasi layanan investasi dalam peningkatan sumber sumber pembiayaan pembangunan daerah.
“Penetapan prioritas pembangunan itu disesuaikan dengan pertimbangan kondisi objektif terhadap permasalahan dan tantangan dalam pembangunan nasional,” ujar Edy.
Kondisi objektif yang dipertimbangkan itu adalah masih tingginya tingkat pengangguran terbuka, masih besarnya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, pemenuhan kebutuhan energi yang masih terkendala, dukungan infrastruktur yang masih belum memadai, upaya stabilisasi harga dan pengamanan pasokan bahan pokok yang belum memadai, serta sebagai upaya peningkatan penataan kelembagaan, ketalaksanaan dan pengawasan apparatus Negara yang masih belum berjalan optimal.
Dalam pidato rancangan itu, Edy mengharapkan agar Raperda APBD tahun anggaran 2010 dapat dibahas dan disetujui bersama oleh Pemertintah Kota Singkawang dan DPRD dalam waktu yang tidak lama, mengingat tahun anggaran 2009 sudah hampir berakhir.
“Juga untuk menghindari sanksi pemotongan alokasi dana alokasi umum (DAU) oleh pemerintah pusat,” kata Edy mempertegas.
Sumber : http://www.borneotr ibune.com/ singkawang/ rancangan- apbd-2010- pemkot-prioritas kan-lima- pembangunan. html
[Singkawang] 2010, Pelabuhan Sedau Dibangun, Pembangunan Pelabuhan Kuala Dihentikan
Pemerintah Kota Singkawang akan menerima dana Adhoc sebesar Rp. 59 Miliar. Direncanakan dana tersebut dipergunakan untuk membangun pelabuhan laut Sedau serta fasilitas umum lainnya. Dana tersebut bakal diterima pada 2010 dan dipergunakan pada tahun yang sama.
”Bila tahun 2009, penerimaan dana dipergunakan untuk membangun Kantor Walikota dan beberapa gedung lainnya, maka pada tahun 2010, dana yang diterima akan dipergunakan untuk membangun pelabuhan lut Sedau serta fasilitas perhubungan lainnya,” kata wakil Walikota Singkawang, Edy R. Yacoub.
Pembangunan pelabuhan laun itu dimaksudkan untuk mempermudah jalan transportasi laut di Singkawang yang selama ini terhambat. Selain itu, pembangunan pelabuhan di Sedau telah mendapatkan persetujuan dari pemeritah pusat.
”Kalau sudah ada pendanaan, berati study kelayakan telah dilalui dan pemerintah pusat telah menyetujui,” terang Edy saat ditanya mengenai sejauh mana study kelayakan pembangunan pelabuhan Sedau.
Menurut Edy, faslitas perhubungan lain yang mendapatkan suntikan sama adalah terminal Bengkayang. Dana juga akan dipergunakan untuk membangunan kantor Dinas Perhubungan.
”Dari dana Rp59, 12 Miliar itu, saat ini yang baru cair sebesar Rp30 Miliar,” kata Edy menerangkan.
Pelabuhan Kuala Diberhentikan
Walikota Singkawang, Hasan Karman, ditemui di lain kesempatan membenarkan bakal dibangunnya pelabuhan laut di Sedau. Pembangunan itu juga sebagai tanda diberhentikannya pendanaan untuk pembangunan pelabuhan Kuala.
”Untuk tahun 2009 dan tahun 2010, pemerintah tidak lagi menganggarkan untuk pembangunan pelabuhan Kuala. Pemerintah pusat juga menilai, pembangunan pelabuhan kuala tidak layak untuk dilanjutkan,” terang Hasan Karman.
Terkait dengan besarnya dana yang dikeluarkan pemerintah pada tahun tahun sebelumnya untuk pembangunan Kuala itu, Hasan Karman, mempersilahkan untuk melakukan pengusutan.
”Kalau data temuan terkait denga pembangunan Kuala, silahkan diusut dan dilaporkan, dan kalian tahu siapa yang bertanggung jawab,” kata Hasan Karman pada wartawan.
Sumber : http://www.borneotr ibune.com/ singkawang/ 2010-pelabuhan- sedau-dibangun- pembangunan- pelabuhan- kuala-dihentikan .html
”Bila tahun 2009, penerimaan dana dipergunakan untuk membangun Kantor Walikota dan beberapa gedung lainnya, maka pada tahun 2010, dana yang diterima akan dipergunakan untuk membangun pelabuhan lut Sedau serta fasilitas perhubungan lainnya,” kata wakil Walikota Singkawang, Edy R. Yacoub.
Pembangunan pelabuhan laun itu dimaksudkan untuk mempermudah jalan transportasi laut di Singkawang yang selama ini terhambat. Selain itu, pembangunan pelabuhan di Sedau telah mendapatkan persetujuan dari pemeritah pusat.
”Kalau sudah ada pendanaan, berati study kelayakan telah dilalui dan pemerintah pusat telah menyetujui,” terang Edy saat ditanya mengenai sejauh mana study kelayakan pembangunan pelabuhan Sedau.
Menurut Edy, faslitas perhubungan lain yang mendapatkan suntikan sama adalah terminal Bengkayang. Dana juga akan dipergunakan untuk membangunan kantor Dinas Perhubungan.
”Dari dana Rp59, 12 Miliar itu, saat ini yang baru cair sebesar Rp30 Miliar,” kata Edy menerangkan.
Pelabuhan Kuala Diberhentikan
Walikota Singkawang, Hasan Karman, ditemui di lain kesempatan membenarkan bakal dibangunnya pelabuhan laut di Sedau. Pembangunan itu juga sebagai tanda diberhentikannya pendanaan untuk pembangunan pelabuhan Kuala.
”Untuk tahun 2009 dan tahun 2010, pemerintah tidak lagi menganggarkan untuk pembangunan pelabuhan Kuala. Pemerintah pusat juga menilai, pembangunan pelabuhan kuala tidak layak untuk dilanjutkan,” terang Hasan Karman.
Terkait dengan besarnya dana yang dikeluarkan pemerintah pada tahun tahun sebelumnya untuk pembangunan Kuala itu, Hasan Karman, mempersilahkan untuk melakukan pengusutan.
”Kalau data temuan terkait denga pembangunan Kuala, silahkan diusut dan dilaporkan, dan kalian tahu siapa yang bertanggung jawab,” kata Hasan Karman pada wartawan.
Sumber : http://www.borneotr ibune.com/ singkawang/ 2010-pelabuhan- sedau-dibangun- pembangunan- pelabuhan- kuala-dihentikan .html
Kamis, 05 November 2009
REFLEKSI__HARI__INI : Am I Blind Person ?
Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya.
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu
terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya!
Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang
lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta
itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam
perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel,
"Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa
berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
***
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta
bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini
supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu
tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun.... Menyadari situasi
itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak
melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak
apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka
pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
***
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta
kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
"Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru
mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak... secara berbarengan mereka
bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab,
"Iya...," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu
menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
***
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja
ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran
dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya
bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat
jalan mereka."
***
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti
menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan
kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan
(tabrakan!) .
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang
lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya
sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui
peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati
karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak
lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran,
yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka
bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang
sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka
bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta,
sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya
untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya
memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah,
apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA,
bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan
dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita
kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
GOD bless
Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu
terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya!
Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang
lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta
itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam
perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel,
"Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa
berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
***
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta
bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini
supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu
tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun.... Menyadari situasi
itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak
melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak
apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si
penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka
pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
***
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta
kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun,
"Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru
mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak... secara berbarengan mereka
bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab,
"Iya...," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu
menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
***
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja
ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun
berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran
dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya
bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat
jalan mereka."
***
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti
menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan
kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan
(tabrakan!) .
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin,
keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang
lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya
sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui
peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati
karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak
lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran,
yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka
bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang
sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka
bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta,
sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.
Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat
pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya
untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya
memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah,
apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA,
bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan
dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita
kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
GOD bless
Sabtu, 05 September 2009
Sejarah Singkat Atletik di Indonesia
Awal sejarah Atletik di Indonesia tercatat pada permulaan tahun 1930-an, ketika Pemerintah Hindia Belanda memasukkan Atletik sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah. Di kalangan masyarakat pada waktu itu cabang olahraga ini belum tersebar luas, karena hanya dikenal di lingkungan pendidikan saja. Walaupun demikian, masyarakat lambat laun mengenal sifat dan manfaat Atletik ini dan dari hari ke hari penggemarnya bertambah.
Oleh kalangan Belanda telah dibentuk sebuah organisasi, yang akan menangani penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik dengan nama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU).
Di Medan pada tahun 1930 - an juga telah berdiri sebuah Organisasi bernama Sumatera Athletiek Bond (SAB), yang menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik antar sekolah Mulo, HBS dan perguruan-perguruan swasta.
Perkembangan Atletik di Pulau Jawa ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi Atletik seperti ISSV Hellas dan IAC di Jakarta, PAS di Surabaya dan ABA di Surakarta.
Dalam mengikuti sejarah pertumbuhan dan perkembangan Atletik diperoleh kesimpulan bahwa Atletik Indonesia masih berumur setahun jagung. Akan tetapi berkat perananan NIAU pada zaman Belanda telah tampil bintang-bintang Atletik Indonesia yang dapat diandalkan, seperti Effendi Saleh, Tomasoa, Mochtar Saleh, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Mohd. Abdulah dan F.G.E. Rorimpandey.
Dengan mencapai loncatan setinggi 1,86 m, Harun Al Rasyid berhasil mencetak prestasi yang mengagumkan, sedang Nur Bambang dengan kecepatan 10.8 detik dalam lari 100 m mengukir prestasi terbaik di Indonesia.
Baik hasil yang telah dicapai oleh Harun Al Rasyid maupun hasil Nurbambang baru belasan dan puluhan tahun dapat diperbaiki oleh atlet-atlet Indonesia. Selama pendudukan Jepang kegiatan cabang olahraga Atletik praktis terhenti. Dengan terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada awal tahun 1946, bagian Atletik dalam PORI segera menghidupkan kegiatan cabang olahraga menuju perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia yang baru merdeka.
Usaha nyata dibuktikan dengan terbentuknya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Kegiatan pertama tercatat pada akhir tahun 1950 juga dengan mengadakan perlombaan Atletik di Bandung.
Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi Asian Games I pada tahun 1951 di New Delhi. Organisasi Induk PASI telah diterima sebagai anggota Atletik Internasional (IAAF).
Beberapa Catatan Prestasi
Seperti telah diterapkan di atas tadi, lompatan Harun Al Rasyid di zaman Belanda adalah 1.86 m. Pada PON I tahun 1948 di Solo, Sudarmajo mencapai lompatan setinggi 1.80 m, sedang pada PON II tiga tahun kemudian di Jakarta hasilnya dapat ditingkatkan menjadi 1.85 m. Bertolak dari hasil inilah peloncat tinggi asal Solo dan yang kemudian membela nama Jawa Barat ini dipersiapkan ke Asian Games I tahun 1951 di New Delhi, partisipasi pertama Indonesia di gelanggang Asia setelah memperoleh kemerdekaannya.
Menurut ketentuan, dalam loncat ujian (kualifikasi) di New Delhi harus dicapai loncatan 1.87 m, dalam hal mana 6 orang peserta dinyatakan gugur, karena tidak berhasil mencapai batas tinggi yang diharuskan itu.
Dalam babak kualifikasi ini Sudarmojo berhasil baik dan dengan demikian dapat maju ke babak finale.
Dalam Asian Games I Tim Atletik Indonesia telah berhasil 5 medali perunggu sebagai berikut :
1. Lompat Tinggi
Sudarmojo
2. Lompat Jangkit
Hendarsin
3. Lempar Lembing
Matulessy
4. Lempar Cakram
Anni Salamun
Prestasi Nurbambang 10.8 m dalam lari 100 m baru dapat diperbaiki oleh sprinter M. Sarengat pada Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta dengan catatan 10.5 detik dan dengan demikian menjadi pelari tercepat Asia.
Selanjutnya dicatat beberapa pemecahan rekor nasional pada persiapan Asian Games IV dan Ganefo tahun 1963. Untuk menghadapi Olympiade Tokyo tahun 1964 dalam Asian Tour telah dipecahkan 6 rekor nasional, hal serupa diperoleh pada waktu Asian Games V tahun 1966 di Bangkok. Akan tetapi prestasi-prestasi tersebut belum dapat menyaingi prestasi Asia.
JENJANG ORGANISASI:
Pada mulanya anggota PASI JAYA adalah Pengurus Cabang yang disngkat Pengcab PASI terdiri dari lima wilyah kota yaitu :
Pengcab PASI Jakarta Utara, Pengcab PASI Jakarta Timur, Pengcab PASI Jakarta Selatan, Pengcab PASI Jakarta Pusat dan Pengab PASI Jakarta Barat, yang notaben keberadaan Pengcab tersebut berada dibawah naungan KONI Wilayah, dan SUDIN Olarhaga. Karena keterbatasan sarana maka dari lima Cabang tersebut hanya ada dua Cabang yang bergerak aktif yaitu PASI Cabang Jakarta Pusat dan PASI Cabang Jakarta Selatan.
Sesuai dengan Kongres PASI Tahun 1973, keberadaan Pengcab PASI lima Wilayah dihapuskan dan sebagai gantinya rentang Organisasi adalah Club / Perkumpulan Atletik sebagai anggota dari PASI JAYA.
KEPENGURUSAN :
Tahun 1970 - 1973 :
Ketua Umum: Kol KKO J. Saminoe, Ketua I : Drs. Kusnan Ismukanto, Sekretaris I : K. Padmonodewo, Sekretaris II : M. Istari Cakraasmara, Bendahara I: A.L. Silooy, Bendahara II Drs. M. Yusuf Adisasmita, Komtek Woeryanto Med, Kesehatan: Dr. Soeharto, Dr. Soetisno, Peralatan K. Supriadi.
Tahun 1974 – 1978:
Sekretariat KONI PUSAT Stadion Utama Senayan Jakarta
Ketua Umum: Ir. Aditomo Tirtodipuro (April 76 Mengundurka diri), digantikan oleh Ir. Irawan Sukapraja Ketua I: Bid. Org. Drs. Kusnan Ismukanto, Ketua II Bid. Pembinaan: Woeryanto, Med. Sekretaris Umum: drs. Amir Lubis, Sekretaris I : Drs. M. Istari Cakra Asmara, Sekretaris II: Achmad Surjanto, Bendahra: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Seksi Binpres, Bambang Wahyudi, Steve Thenu, Awang Papilaya, Seksi Pemasalan/Pendidikan: Drs. Anhar, Seksi perwasitan/Lomba: Drs. Sudarsono Seksi Kesehatan Dr. Karyanto. Peralatan Drs. Pieter Noya, Urusan lapangan: Sumantri, Supriadi.
Club Atletik Anggota PASI setelah perubahan AD & ART PASI bulan September 1975 sebagai pengganti dari Pengcab Adalah:
Club Atletik JAYAKARTA atlet, 50 pembina 9 orang, Club U.M.S atlet 90, pembina 8 orang, Club METEOR atlet 60, pembina 4 orang, Club PERKASA: Atlet 100, pembina 4 orang, Club PSKD atlet 25, pembina 2 orang, Club HERCULES atlet 20, pembina 2 orang.
Tahun 1978 – 1982:
Sekretariat Lapangan Atletik PASI JAYA Jl. Pintu VI GELORA SENAYAN Telp. 5862086
Pelindung :
Gubernur DKI Jakarta
Penasehat :
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Kadispora, Ir. Aditomo, Ir. Irawan Sukapraja, Prof. Sutarman, Dr. Sarwoko, R.A.J. Gosal.
Pengurus:
Ketua Umum: H.M. Widarsadipradja, Ketua Harian : Drs. Kusnan Ismukanto, Kabid Org. W. Sigar. Kabid Binpres, Patmonodewo, Kabid Usaha: Drs. Martomo Adisasmita, Sekretaris Umum: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Wasekum Drs. Ais Manuputy, Bendahara: A.S. Rijanto, Komtek Ir. Wardiman, Bambang Wahyudi, Stev Thenu, J.P. Oroh, Usman Efendi. Komisi Pertandingan : Achmad Surjanto, Komisi Peralatan Lapngan : Sumantri, Komisi Kesehatan: Dr. Tohari, Dr Frits Kakialatu, Dra. F.Aswin Hadis, Dra. Sumiarti Patmonodewo, Komisi Usaha : Srijana, A. Askandar,
Komisaris Wilayah: Jakarta Barat: Drs. M Istari Cakra Asmara, Jak-Ut Ventje Gosal, Jak-Sel: Ny. Suatini Ilyas Margio, Jak-Tim : Adi Waluyo, Jak-Pus:
Tahun 1982 – 1986:
Ketua Umum: H.M. Widarsadipradja, Ketua Harian : Drs. Kusnan Ismukanto, Kabid Org. Kabid Binpres, Patmonodewo, Kabid Usaha: Drs. Martomo Adisasmita, Sekretaris Umum: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Wasekum Drs. Ais Manuputy, Bendahara: Drs. A.S. Rijanto, Komtek Ir. Wardiman, Bambang Wahyudi, Stev Thenu, J.P. Oroh, Usman Efendi. Komisi Pertandingan : Achmad Surjanto, Komisi Peralatan Lapngan : Sumantri, Komisi Kesehatan: Dr. Tohari, Dr Frits Kakialatu, Dra. F.Aswin Hadis, Dra. Sumiarti Patmonodewo, Komisi Usaha : Srijana, A. Askandar,
Komisaris Wilayah: Jakarta Barat: Drs. M Istari Cakra Asmara, Jak-Ut Ventje Gosal, Jak-Sel: Ny. Suatini Ilyas Margio, Jak-Tim : Adi Waluyo, Jak-Pus:
Tahun 1986 – 1990:
Tahun 1990 – 1994:
Dewan Penyantun :
Wagub Bidang Kesra, H.M. Widarsa Dipradja, Ka.Kanwil Depdikbud Dki Jakarta, H.M. Samadikun Hardjodarsono, Drs. Indra Kartasasmita,
Pengurus:
Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. F.X. Widiastanto, Ketua Bid Binpres: Drs. Eddy Widodo, Wakabid Binpres: Letkol Agus Sugiri, Kabid Pembibitan&pemasalan : Drs. M. Sipahutar, Wakabid Bitsal: Drs. A.Kusaeri, Kabid Dana: Suharto Fahtori, Wakabid Dana: A.R. Koesnanto, Kabid Litbang; Woeryanto, M.Ed.Mp, Wabid Litbang: Suatini Ilyas margio, Sekretaris Umum : A. S. Rianto, Wakil Sekretaris I : Drs. Moch. Sidik, Wakil Sekretaris II: Drs. Jafet Sondak, Bendahara: Sutopo, Wakil Bendahara:
Tahun 1994 – 1998:
Dewan Penyantun :
Wagub Bidang Kesra, H.M. Widarsa Dipradja, Ka.Kanwil Depdikbud Dki Jakarta, H.M.
Pengurus:
Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. Sumartoyo Martodihardjo, Ketua Bid Binpres: J.E.W. Gosal, Wakabinpres: Bambang Wahyudi, Kabid Pembibitan& Pemasalan : Drs. Moch. Sidik, Wakabid Bitsal: Drs. M. Nurharahap, Kabid Dana: Sutopo, Wakabid Dana: , Kabid Litbang; Drs. Paulus Pesurney, Wabid Litbang:, Sekretaris Umum : Drs. A.S. Rijanto, Wakil Sekretaris I : Umaryono, Bendahara: Yafet Sondak.
Komisi-Komisi :
Komisi Tehnik : Nicky Pattiasina, Errie Andreas Gerit, Sri Purwidaty, Sumiyati, Lelyana Candra Wijaya AP.Salim Abdullah. Komisi Sarana Prasarana : Drs. Rusihan Anwar, Fauzan Sunardi.
Tahun 1999 – 2003:
Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. Sumartoyo Martodihardjo, Wakabid Org: Drs. Faturahman, Ketua Bid. Binpres: Bambang Wahyudi, Wakabinpres: Purnomo M. Yudi, Kabid Litbang: J.E.W. Gosal, Wakabid Litbang: Drs. A. Surjanto, , Kabid Pembibitan& Pemasalan : Drs. Moch. Sidik, Wakabid Bitsal: Drs. M. Nurharahap, Kabid Dana: , Wakabid Dana: , Sekretaris Umum : Drs. A.S. Rijanto, Wakil Sekretaris I : Umaryono, Bendahara: Yafet Sondak.
Komisi-Komisi :
Komisi Tehnik : Nicky Pattiasina, Drs. Paulus Pasurney, Dra. Sri Purwidiaty, Bambang Agustanto, Veriatiningrum. Komisi Sarana Prasarana : Harywadi Siregar, Umar Firdaus, Fauzan Sunardi, Komisi Perlombaan/Perwasitan: Nur’Aini, Mutholib, Bambang Purnomo, Lusiana Elfira Leluly.
PRESTASI SELAMA PON
Oleh kalangan Belanda telah dibentuk sebuah organisasi, yang akan menangani penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik dengan nama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU).
Di Medan pada tahun 1930 - an juga telah berdiri sebuah Organisasi bernama Sumatera Athletiek Bond (SAB), yang menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik antar sekolah Mulo, HBS dan perguruan-perguruan swasta.
Perkembangan Atletik di Pulau Jawa ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi Atletik seperti ISSV Hellas dan IAC di Jakarta, PAS di Surabaya dan ABA di Surakarta.
Dalam mengikuti sejarah pertumbuhan dan perkembangan Atletik diperoleh kesimpulan bahwa Atletik Indonesia masih berumur setahun jagung. Akan tetapi berkat perananan NIAU pada zaman Belanda telah tampil bintang-bintang Atletik Indonesia yang dapat diandalkan, seperti Effendi Saleh, Tomasoa, Mochtar Saleh, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Mohd. Abdulah dan F.G.E. Rorimpandey.
Dengan mencapai loncatan setinggi 1,86 m, Harun Al Rasyid berhasil mencetak prestasi yang mengagumkan, sedang Nur Bambang dengan kecepatan 10.8 detik dalam lari 100 m mengukir prestasi terbaik di Indonesia.
Baik hasil yang telah dicapai oleh Harun Al Rasyid maupun hasil Nurbambang baru belasan dan puluhan tahun dapat diperbaiki oleh atlet-atlet Indonesia. Selama pendudukan Jepang kegiatan cabang olahraga Atletik praktis terhenti. Dengan terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada awal tahun 1946, bagian Atletik dalam PORI segera menghidupkan kegiatan cabang olahraga menuju perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia yang baru merdeka.
Usaha nyata dibuktikan dengan terbentuknya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Kegiatan pertama tercatat pada akhir tahun 1950 juga dengan mengadakan perlombaan Atletik di Bandung.
Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi Asian Games I pada tahun 1951 di New Delhi. Organisasi Induk PASI telah diterima sebagai anggota Atletik Internasional (IAAF).
Beberapa Catatan Prestasi
Seperti telah diterapkan di atas tadi, lompatan Harun Al Rasyid di zaman Belanda adalah 1.86 m. Pada PON I tahun 1948 di Solo, Sudarmajo mencapai lompatan setinggi 1.80 m, sedang pada PON II tiga tahun kemudian di Jakarta hasilnya dapat ditingkatkan menjadi 1.85 m. Bertolak dari hasil inilah peloncat tinggi asal Solo dan yang kemudian membela nama Jawa Barat ini dipersiapkan ke Asian Games I tahun 1951 di New Delhi, partisipasi pertama Indonesia di gelanggang Asia setelah memperoleh kemerdekaannya.
Menurut ketentuan, dalam loncat ujian (kualifikasi) di New Delhi harus dicapai loncatan 1.87 m, dalam hal mana 6 orang peserta dinyatakan gugur, karena tidak berhasil mencapai batas tinggi yang diharuskan itu.
Dalam babak kualifikasi ini Sudarmojo berhasil baik dan dengan demikian dapat maju ke babak finale.
Dalam Asian Games I Tim Atletik Indonesia telah berhasil 5 medali perunggu sebagai berikut :
1. Lompat Tinggi
Sudarmojo
2. Lompat Jangkit
Hendarsin
3. Lempar Lembing
Matulessy
4. Lempar Cakram
Anni Salamun
Prestasi Nurbambang 10.8 m dalam lari 100 m baru dapat diperbaiki oleh sprinter M. Sarengat pada Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta dengan catatan 10.5 detik dan dengan demikian menjadi pelari tercepat Asia.
Selanjutnya dicatat beberapa pemecahan rekor nasional pada persiapan Asian Games IV dan Ganefo tahun 1963. Untuk menghadapi Olympiade Tokyo tahun 1964 dalam Asian Tour telah dipecahkan 6 rekor nasional, hal serupa diperoleh pada waktu Asian Games V tahun 1966 di Bangkok. Akan tetapi prestasi-prestasi tersebut belum dapat menyaingi prestasi Asia.
JENJANG ORGANISASI:
Pada mulanya anggota PASI JAYA adalah Pengurus Cabang yang disngkat Pengcab PASI terdiri dari lima wilyah kota yaitu :
Pengcab PASI Jakarta Utara, Pengcab PASI Jakarta Timur, Pengcab PASI Jakarta Selatan, Pengcab PASI Jakarta Pusat dan Pengab PASI Jakarta Barat, yang notaben keberadaan Pengcab tersebut berada dibawah naungan KONI Wilayah, dan SUDIN Olarhaga. Karena keterbatasan sarana maka dari lima Cabang tersebut hanya ada dua Cabang yang bergerak aktif yaitu PASI Cabang Jakarta Pusat dan PASI Cabang Jakarta Selatan.
Sesuai dengan Kongres PASI Tahun 1973, keberadaan Pengcab PASI lima Wilayah dihapuskan dan sebagai gantinya rentang Organisasi adalah Club / Perkumpulan Atletik sebagai anggota dari PASI JAYA.
KEPENGURUSAN :
Tahun 1970 - 1973 :
Ketua Umum: Kol KKO J. Saminoe, Ketua I : Drs. Kusnan Ismukanto, Sekretaris I : K. Padmonodewo, Sekretaris II : M. Istari Cakraasmara, Bendahara I: A.L. Silooy, Bendahara II Drs. M. Yusuf Adisasmita, Komtek Woeryanto Med, Kesehatan: Dr. Soeharto, Dr. Soetisno, Peralatan K. Supriadi.
Tahun 1974 – 1978:
Sekretariat KONI PUSAT Stadion Utama Senayan Jakarta
Ketua Umum: Ir. Aditomo Tirtodipuro (April 76 Mengundurka diri), digantikan oleh Ir. Irawan Sukapraja Ketua I: Bid. Org. Drs. Kusnan Ismukanto, Ketua II Bid. Pembinaan: Woeryanto, Med. Sekretaris Umum: drs. Amir Lubis, Sekretaris I : Drs. M. Istari Cakra Asmara, Sekretaris II: Achmad Surjanto, Bendahra: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Seksi Binpres, Bambang Wahyudi, Steve Thenu, Awang Papilaya, Seksi Pemasalan/Pendidikan: Drs. Anhar, Seksi perwasitan/Lomba: Drs. Sudarsono Seksi Kesehatan Dr. Karyanto. Peralatan Drs. Pieter Noya, Urusan lapangan: Sumantri, Supriadi.
Club Atletik Anggota PASI setelah perubahan AD & ART PASI bulan September 1975 sebagai pengganti dari Pengcab Adalah:
Club Atletik JAYAKARTA atlet, 50 pembina 9 orang, Club U.M.S atlet 90, pembina 8 orang, Club METEOR atlet 60, pembina 4 orang, Club PERKASA: Atlet 100, pembina 4 orang, Club PSKD atlet 25, pembina 2 orang, Club HERCULES atlet 20, pembina 2 orang.
Tahun 1978 – 1982:
Sekretariat Lapangan Atletik PASI JAYA Jl. Pintu VI GELORA SENAYAN Telp. 5862086
Pelindung :
Gubernur DKI Jakarta
Penasehat :
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Kadispora, Ir. Aditomo, Ir. Irawan Sukapraja, Prof. Sutarman, Dr. Sarwoko, R.A.J. Gosal.
Pengurus:
Ketua Umum: H.M. Widarsadipradja, Ketua Harian : Drs. Kusnan Ismukanto, Kabid Org. W. Sigar. Kabid Binpres, Patmonodewo, Kabid Usaha: Drs. Martomo Adisasmita, Sekretaris Umum: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Wasekum Drs. Ais Manuputy, Bendahara: A.S. Rijanto, Komtek Ir. Wardiman, Bambang Wahyudi, Stev Thenu, J.P. Oroh, Usman Efendi. Komisi Pertandingan : Achmad Surjanto, Komisi Peralatan Lapngan : Sumantri, Komisi Kesehatan: Dr. Tohari, Dr Frits Kakialatu, Dra. F.Aswin Hadis, Dra. Sumiarti Patmonodewo, Komisi Usaha : Srijana, A. Askandar,
Komisaris Wilayah: Jakarta Barat: Drs. M Istari Cakra Asmara, Jak-Ut Ventje Gosal, Jak-Sel: Ny. Suatini Ilyas Margio, Jak-Tim : Adi Waluyo, Jak-Pus:
Tahun 1982 – 1986:
Ketua Umum: H.M. Widarsadipradja, Ketua Harian : Drs. Kusnan Ismukanto, Kabid Org. Kabid Binpres, Patmonodewo, Kabid Usaha: Drs. Martomo Adisasmita, Sekretaris Umum: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Wasekum Drs. Ais Manuputy, Bendahara: Drs. A.S. Rijanto, Komtek Ir. Wardiman, Bambang Wahyudi, Stev Thenu, J.P. Oroh, Usman Efendi. Komisi Pertandingan : Achmad Surjanto, Komisi Peralatan Lapngan : Sumantri, Komisi Kesehatan: Dr. Tohari, Dr Frits Kakialatu, Dra. F.Aswin Hadis, Dra. Sumiarti Patmonodewo, Komisi Usaha : Srijana, A. Askandar,
Komisaris Wilayah: Jakarta Barat: Drs. M Istari Cakra Asmara, Jak-Ut Ventje Gosal, Jak-Sel: Ny. Suatini Ilyas Margio, Jak-Tim : Adi Waluyo, Jak-Pus:
Tahun 1986 – 1990:
Tahun 1990 – 1994:
Dewan Penyantun :
Wagub Bidang Kesra, H.M. Widarsa Dipradja, Ka.Kanwil Depdikbud Dki Jakarta, H.M. Samadikun Hardjodarsono, Drs. Indra Kartasasmita,
Pengurus:
Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. F.X. Widiastanto, Ketua Bid Binpres: Drs. Eddy Widodo, Wakabid Binpres: Letkol Agus Sugiri, Kabid Pembibitan&pemasalan : Drs. M. Sipahutar, Wakabid Bitsal: Drs. A.Kusaeri, Kabid Dana: Suharto Fahtori, Wakabid Dana: A.R. Koesnanto, Kabid Litbang; Woeryanto, M.Ed.Mp, Wabid Litbang: Suatini Ilyas margio, Sekretaris Umum : A. S. Rianto, Wakil Sekretaris I : Drs. Moch. Sidik, Wakil Sekretaris II: Drs. Jafet Sondak, Bendahara: Sutopo, Wakil Bendahara:
Tahun 1994 – 1998:
Dewan Penyantun :
Wagub Bidang Kesra, H.M. Widarsa Dipradja, Ka.Kanwil Depdikbud Dki Jakarta, H.M.
Pengurus:
Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. Sumartoyo Martodihardjo, Ketua Bid Binpres: J.E.W. Gosal, Wakabinpres: Bambang Wahyudi, Kabid Pembibitan& Pemasalan : Drs. Moch. Sidik, Wakabid Bitsal: Drs. M. Nurharahap, Kabid Dana: Sutopo, Wakabid Dana: , Kabid Litbang; Drs. Paulus Pesurney, Wabid Litbang:, Sekretaris Umum : Drs. A.S. Rijanto, Wakil Sekretaris I : Umaryono, Bendahara: Yafet Sondak.
Komisi-Komisi :
Komisi Tehnik : Nicky Pattiasina, Errie Andreas Gerit, Sri Purwidaty, Sumiyati, Lelyana Candra Wijaya AP.Salim Abdullah. Komisi Sarana Prasarana : Drs. Rusihan Anwar, Fauzan Sunardi.
Tahun 1999 – 2003:
Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. Sumartoyo Martodihardjo, Wakabid Org: Drs. Faturahman, Ketua Bid. Binpres: Bambang Wahyudi, Wakabinpres: Purnomo M. Yudi, Kabid Litbang: J.E.W. Gosal, Wakabid Litbang: Drs. A. Surjanto, , Kabid Pembibitan& Pemasalan : Drs. Moch. Sidik, Wakabid Bitsal: Drs. M. Nurharahap, Kabid Dana: , Wakabid Dana: , Sekretaris Umum : Drs. A.S. Rijanto, Wakil Sekretaris I : Umaryono, Bendahara: Yafet Sondak.
Komisi-Komisi :
Komisi Tehnik : Nicky Pattiasina, Drs. Paulus Pasurney, Dra. Sri Purwidiaty, Bambang Agustanto, Veriatiningrum. Komisi Sarana Prasarana : Harywadi Siregar, Umar Firdaus, Fauzan Sunardi, Komisi Perlombaan/Perwasitan: Nur’Aini, Mutholib, Bambang Purnomo, Lusiana Elfira Leluly.
PRESTASI SELAMA PON
Tips sederhana Dr. Ribert Eliot
Jadwal yg disarankan utk meminum dua liter air setiap hari :
· 30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas
· 2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas
· 30 menit sebelum makan siang : 1 gelas
· 2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas
· 30 menit sebelum makan malam : 2 gelas
· 2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas
· 30 menit sebelum tidur : 1 gelas
Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.
Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.
Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah :
KEMARAHAN, dapat menyebabkan :
-Rheumatoid arthritis
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Gagal jantung
-Kanker
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Tukak lambung
Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.
KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :
-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.
Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan.
Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan.
Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita.
Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang.
Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.
KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian
Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan.
Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.
KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia.
Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.
DEPRESI, dapat menyebabkan :
-Kanker
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya.
Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.
Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :
1. Memaafkan
2. Mengendalikan lidah
3. Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
4. Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
5. Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda
· 30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas
· 2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas
· 30 menit sebelum makan siang : 1 gelas
· 2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas
· 30 menit sebelum makan malam : 2 gelas
· 2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas
· 30 menit sebelum tidur : 1 gelas
Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.
Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.
Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah :
KEMARAHAN, dapat menyebabkan :
-Rheumatoid arthritis
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Gagal jantung
-Kanker
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Tukak lambung
Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.
KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :
-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.
Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan.
Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan.
Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita.
Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang.
Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.
KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian
Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan.
Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.
KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia.
Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.
DEPRESI, dapat menyebabkan :
-Kanker
Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya.
Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.
Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :
1. Memaafkan
2. Mengendalikan lidah
3. Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
4. Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
5. Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda
Jumat, 04 September 2009
Nasehat Para Ibu
Selama berabad-abad, ibu selalu memberi nasihat yang baik dan pepatah yang patut dicatat pada anak mereka. Dan berikut ini hanya beberapa contoh kecil:
Ibu Monalisa
"Aku dan ayahmu sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli kawat gigimu, Mona ... apa hanya itu senyum paling lebar yang bisa kau berikan pada kami?"
Ibu Colombus
"Aku tidak peduli kau menemukan apa, Christoper.. . setidaknya kan kau bisa menulis surat padaku?!"
Ibu Albert Einstein
"Tapi, Albert ... ini kan acara pemotretan SMUmu, apa kau tidak bisa merapikan rambutmu sedikit? Pakai gel, mousse, atau apalah...?"
Ibu Michael Angelo
"Mike, apa kau tidak bisa melukis di tembok saja seperti anak-anak
lain? Kau tidak bisa membayangkan ya, susahnya membersihkan lukisanmu di langit-langit? !"
Ibu Batman
"Mobilmu bagus, Bruce. Tapi apa kau sadar seberapa mahal asuransinya? "
Ibu Superman
"Clark, ayahmu dan aku sudah membicarakan ini dan kami memutuskan untuk memberimu saluran telepon sendiri, supaya kau tidak usah sering-sering masuk ke boks telepon umum"
Ibu Thomas Edison
"Tentu saja aku bangga kau menemukan bola lampu listrik ... Thomas
sekarang matikan lampu itu dan pergi tidur!"
Ibu Monalisa
"Aku dan ayahmu sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli kawat gigimu, Mona ... apa hanya itu senyum paling lebar yang bisa kau berikan pada kami?"
Ibu Colombus
"Aku tidak peduli kau menemukan apa, Christoper.. . setidaknya kan kau bisa menulis surat padaku?!"
Ibu Albert Einstein
"Tapi, Albert ... ini kan acara pemotretan SMUmu, apa kau tidak bisa merapikan rambutmu sedikit? Pakai gel, mousse, atau apalah...?"
Ibu Michael Angelo
"Mike, apa kau tidak bisa melukis di tembok saja seperti anak-anak
lain? Kau tidak bisa membayangkan ya, susahnya membersihkan lukisanmu di langit-langit? !"
Ibu Batman
"Mobilmu bagus, Bruce. Tapi apa kau sadar seberapa mahal asuransinya? "
Ibu Superman
"Clark, ayahmu dan aku sudah membicarakan ini dan kami memutuskan untuk memberimu saluran telepon sendiri, supaya kau tidak usah sering-sering masuk ke boks telepon umum"
Ibu Thomas Edison
"Tentu saja aku bangga kau menemukan bola lampu listrik ... Thomas
sekarang matikan lampu itu dan pergi tidur!"
Senin, 31 Agustus 2009
Kebesaraan jiwa seorang ibu Oct 26, 2008 in Kisah Nyata
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.†jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be.. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. †Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagiâ€.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.†jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be.. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. †Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagiâ€.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Cinta tanpa syarat
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi.... kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."
Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita..
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.***
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, Nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi.... kosong. kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."
Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apa pun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan, dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita..
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.***
Semangkuk Nasi Putih
Based on True story
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang
kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah
rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran
sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam
restoran tersebut.
"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."
Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :
"dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :
"Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis."
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak
lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada
pemuda ini.
"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini,
hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?
Suaminya kemudian membisik kepadanya :
"Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !"
katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang
pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih,
pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur,
tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan
bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang
kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah
rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu direstoran
sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam
restoran tersebut.
"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih."
Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :
"dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :
"Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "kuah sayur gratis."
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak
lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada
pemuda ini.
"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.
Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini,
hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan dibawah nasi?
Suaminya kemudian membisik kepadanya :
"Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ketempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka.
Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !"
katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang
pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.
Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.
Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih,
pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur,
tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan diluar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
"Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."
"Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya."
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan
bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.
Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :"bersemangat ya ! dikemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
Lao tze dan Kong hu tze

“LAO CE, The Story of Important Ancient Chinese”, Da Zhong Shu Chi, Halaman 66 – 81, dicuplik oleh Sun Wei.
Suatu kali Gong Che (KHC) datang ke rumah Lao Ce, mendengar Gong Ce (KHC) akan datang, Lao Ce dengan gembira menaiki sapinya untuk menjemput KHC di ujung desanya. KHC memberikan seekor belibis yang gemuk sebagai hadiah (oleh2) untuk Lao Ce.
KHC berkata :
Bapak Tua Lao Dan (Lao Dan Xian Shen), dalam puluhan tahun ini saya telah mengajar banyak murid, mereka pada umumnya mengatakan bahwa saya telah mengajar dengan baik, tapi saya masih merasa banyak hal yang perlu saya pelajari. Sekali ini saya datang kemari, tujuannya khusus untuk mendengarkan wejangan dari anda.
LAO CE menjawab :
Saudara Gong, anda sangat rendah hati, sebenarnya untuk menilai seseorang itu apakah berpengetahuan dan intelek, bukannya melihat apakah umur orang tersebut sudah tua atau masih muda !!! Namun lebih dikarenakan pengetahuannya dan cara berpikirnya itu dangkal atau dalam sekali. Saudara Gong, walaupun umur anda jauh lebih muda dari saya (Lao Ce), tapi saya percaya ilmu pengetahuan anda pasti sangat luas. Kita sering mengatakan sesuatu itu panjang atau pendek harus ada pembandingnya, baru bisa kelihatan ; tinggi dan rendah juga merupakan hasil dari perbandingan ; kita dapat mendengarkan musik yang merdu, itu juga berasal dari gabungan antara bunyi dan nada yang harmonis.
Hal yang sama, juga berlaku ketika kita mengatakan seseorang itu cantik, itupun merupakan hasil pandangan, karena kita pernah melihat orang lain yang kurang cantik dari padanya. Karena itu, kalau tidak ada orang yang tidak buruk rupa, maka sudah pasti tidak ada yang cantik juga toh.
Thien (langit) dan Di (bumi) itu paling adil, mereka menganggap semua yang ada (Wan Uk), hanya sebagai boneka anjing yang dibuat dari ikatan jerami / rumput, tidak ada yang diistimewakan. Hidup manusia hanya beberapa puluh tahun saja, karena itu jangan terlalu peduli dengan penilaian orang lain terhadap diri kita, apakah mereka mau menilai diri kita baik ataupun buruk. Yang penting menghadapi sesuatu harus alamiah (SUN JI CE RAN), karena apapun itu selalu ada sistim alamiahnya masing2. Tidak perlu mengurusi Di, toh “Di” ini juga tetap beredar mengalami siang dan malam dengan sendirinya.
Anda sekarang ini mempunyai nama besar, tapi anda jangan terlalu berat memandang nama besar itu, saat ini kalau anda terlalu mementingkan nama besar anda, maka ketika nanti nama anda sudah tidak besar lagi, anda akan menjadi sangat tidak bahagia.
KHC bertanya lagi :
Kenapa… saya menasehati banyak Raja2 dari sekian banyak Negara (saat itu Tiongkok terbagi dalam banyak Kerajaan2 Kecil) supaya jangan berperang, tapi mereka (Raja2) itu tidak mau mendengarkan omongan saya ?
LAO CE menghela nafas dan menjawab :
Saya rasa seorang Raja, bila tidak terpaksa seharusnya tidak akan memulai peperangan. Raja yang paling bijaksana adalah tidak perlu terlalu mengurusi semua tetek bengek urusan negara dan rakyatnya, namun Kerajaannya tetap bisa berjalan dengan baik dan rakyatnya tentram sentosa.
Harus tahu bahwa emas-berlian merupakan harta yg sangat berharga, sehingga semua orang akan saling berebut dan saling sikut untuk mendapatkan harta benda itu, maka maling dan perampok juga lahir gara2 keinginan2 seperti itu. Namun kalau semua orang tidak merasa bahwa emas dan berlian yang seperti itu sangat berharga, maka tidak akan timbul nafsu keserakahan.
Karena itu untuk bisa menjadi seorang Raja yang baik, harus bisa mengayomi rakyatnya, supaya semua orang bisa makan dengan kenyang, tidur dengan nyenyak, serta tidak lagi terlalu mementingkan dan memikirkan emas berlian dan harta benda lainnya. Dengan demikian, Raja juga ngak perlu terlalu pusing menentukan peraturan2 ; pajak2 dsb, negaranya pasti akan semakin besar dan makmur.
Saya akan memberikan beberapa nasehat kepada anda, buku2 yang anda baca itu pada umumnya merupakan buku2 yang ditulis oleh orang2 terdahulu dan umumnya para penulisnya sudah pada meninggal semua, bahkan tulangnya pun sudah hancur, anda tidak boleh lagi terlalu menitik beratkan kepada kata2 mereka (isi buku mereka). Jadi manusia harus sederhana, jangan sombong dan besar kepala, harus rendah hati, semua itu akan sangat bermanfaat bagi anda.
KHC dengan rendah hati menerima semua nasehat Lao Ce, sambil berucap :
Xian Shen (Bapak Tua), kata2 anda sungguh bermanfaat bagi diri saya !
Setelah KHC banyak mendapatkan wejangan dari LAO CE, beliau memutuskan untuk mulai lagi mengunjungi Raja2 dari Kerajaan2 Kecil yang ada di Tiongkok pada saat itu, untuk mencari dukungan atas teori2 pemerintahannya. Namun tidak ada satu Raja pun yang mau mendengarkan nasehatnya. KHC merasa putus asa, Beliau tidak mengerti… mengapa Beliau tidak berhasil dalam menasehati Para Raja2 itu, oleh karena itu akhirnya Beliau memutuskan untuk mencari LAO CE kembali.
LAO CE berkata :
Sebaiknya saya mulai dari awal lagi deh ! Semua masalah, kalau anda hanya mendengarkannya hanya dengan menggunakan telinga, pasti bisa mendengarkannya ; bila diucapkan dengan kata2, pasti bisa dikatakan ; bila dilihat dengan mata, yah bisa kelihatan juga, namun TAO LI (Kebenaran yang hakiki) itu tidak hanya dikenal melalui Telinga ; Mulut dan Mata saja. Jadi, bolehlah anda menggunakan Telinga ; Mulut dan Mata untuk merasakan sesuatu, namun tidak untuk mengenal / mengetahui TAO LI yang sebenarnya !!!
Kalau anda ingin mengerti sungguh2 tentang sesuatu yang sebenarnya, maka seharusnya anda berusaha mengerti benar TAO LI-nya dari hati sanubari yang paling dalam. Sekarang saya tanya, apakah anda sudah mengerti TAO LI yang sebenarnya dari masalah yang sedang anda hadapi ???
KHC menjawab :
Meskipun saya belum berhasil menasehati Para Raja2 itu, namun saya percaya kalau saya telah memahami TAO LI dari masalah2 yang saya jelaskan kepada mereka. Hanya saja Para Raja2 itulah yang tidak mau mendengarkan nasehat saya.
LAO CE melanjutkan :
Apakah yang anda ceritakan kepada Para Raja itu merupakan TAO LI yang sesungguhnya ??? Bila memang yang anda ceritakan itu adalah TAO LI yang sesungguhnya dan yang mendengarkan itu adalah Raja yang “Bijaksana”, pasti sudah diterima oleh mereka !!!
Semua benda dan masalah ada TAO LI-nya masing2 (Inti kebenaran yang hakiki!), hanya orang yang telah memahami hal2 itulah, yang bisa dikatakan telah mengerti permasalahannya. Bila tidak, maka ketika melihat sekuntum bunga yang berwarna merah, lantas akan mengatakan bahwa semua bunga warnanya merah. Sama saja dengan kalau sebelumnya anda telah membentuk opini berdasarkan keadaan yang ada di Negara (Kerajaan Kecil) anda dan ini anda pakai untuk pergi ke Negara (Kerajaan) lain untuk menasehati Rajanya, supaya mendukung anda !!! Padahal, situasi di suatu Negara tentu berbeda dengan Negara lain, kenapa anda masih menggunakan opini awal anda itu ???
Sebetulnya, walaupun yang anda nasehati itu adalah Raja anda sendiri, tapi sadarkah anda, bahwa kapan opini yang anda miliki itu terbentuk (masalah waktu munculnya suatu gagasan) ??? Apakah masih sesuai dengan keadaan situasi Kerajaan anda sekarang ini ???
Makanya, hanya orang yang mengerti TAO LI-nya mengapa bunga yang itu merah, baru bisa sungguh2 mengerti apa sih bunga itu. Hanya kalau sudah sungguh2 melihat, merasakan dan mengenal suatu negara, baru bisa dikatakan telah mengenal masalah negara tersebut, baru bisa menasehati Rajanya untuk menerima masukan anda.
Setelah mendengar kata2 LAO CE, KHC merasa sangat malu dan menyesal, Beliau sadar… bahwa sebetulnya dulu itu, Beliau belum sepenuhnya mengerti nasehat2 LAO CE yang sebenarnya.
Setelah pulang dari kediaman LAO CE, KHC sering berkata kepada murid2nya :
Burung, saya tahu mereka bisa terbang ; Ikan, saya tahu mereka bisa berenang ; Binatang, saya tahu mereka pandai berlari. Terhadap burung, kita bisa menggunakan panah untuk memanahnya, terhadap ikan, kita bisa menggunakan pancing untuk memancingnya, terhadap binatang, kita bisa menangkapnya dengan perangkap. Namun terhadap NAGA, saya tidak mengerti bagaimana NAGA itu bisa naik ke atas langit ??? Tuan LAO DAN (LAO DAN XIAN SHEN / LAO CE) benar2 laksana NAGA yang bersemayam di lapisan langit !!!
Langganan:
Postingan (Atom)


